Kamis, 26 November 2015

ABDULLAH MUTAHIR ZAHARI
E1I013020

RENCANA STRATEGI WILAYAH PESISIR LAUT TERPADU


1. rencana strategi untuk pembangunan wilayah pesisir pantai panjang kota bengkulu?


        wilayah pesisir merupakan pertemuan antara darat dan laut; yang mana ke arah darat meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air, yang masih dipengaruhi sifat-sifat laut seperti pasang surut, angin laut, dan perembesan air asin; sedangkan ke arah laut meliputi bagian laut yang masih dipengaruhi oleh proses-proses alami yang terjadi di darat seperti sedimentasi dan aliran air tawar, maupun yang disebabkan oleh kegiatan manusia di darat seperti penggundulan hutan dan pencemaran.
       Kota Bengkulu merupakan salah satu wilayah administrasi yang mempunyai wilayah kecamatan pesisir yang cukup luas. Sumber daya wilayah pesisir di daerah ini pada umumnya belum dikelolala dan dimanfaatkan secara optimal dan bahkan belum dilakukan inventarisasi secara sistematik dan berkelanjutan. Bahkan pemanfaatan lahan wilayah pesisir cenderung lebih berorientasi ke asas ekonominya dan kurang mempertimbangkan asas kelestarian dan daya dukung lahan (kesesuaian lahan).
  • lokasi konservasi; yang akan membuat salah satu ketertarikan manusia untuk berkunjung dan melundungi pantai
  • wisata pantai; yang akan memaparkan seni dan budaya bengkulu
  • penataan lokasi; yang sesuai dengan lokasi
  • penanaman dan penataan pohon cemara laut yang sesuai
  • taman kanak-kanak
  • penanaman pohon-pohon  
  • lokasi TPI
  • lokasi pasar ikan
  • penataan gedung-gedung yang strategis
  • penataan lokasi pemungkiman
  • penataan lokasi limbah, agar tidak langsung masuk ke laut 
  • dll

Kamis, 19 November 2015

Rabu, 04 November 2015





 Nama: Abdullah Mutahir Zahari

NPM : E1I013020

#IlmuKelautan #UniversitasBengkulu

Proyeksi Peta, Garis Bujur, Garis Lintang


Proyeksi peta
Untuk menggambarkan seluruh ketampakan permukaan bumi tanpa penyimpangan (distorsi), maka peta harus digambar dalam bentuk bola yang disebut dengan globe. Peta yang digambar pada bidang datar tidak dapat secara akurat menggambarkan seluruh permukaan bumi, kecuali hanya untuk menggambarkan daerah dalam areal yang lebih sempit. Oleh karenanya untuk menggambar sebagian besar permukaan bumi tanpa penyimpangan, maka dilakukan kegiatan proyeksi. Apa itu proyeksi? Bacalah uraian singkat di bawah ini.

1. Pengertian proyeksi peta
Proyeksi adalah cara penggambaran garis-garis meridian dan paralel dari globe ke dalam bidang datar. Contoh sederhana pembuatan peta dengan menggunakan proyeksi adalah seperti pada waktu kita mengelupas buah jeruk, kemudian kulit jeruk tersebut kita lembarkan. Perhatikan gambar di bawah ini!

Penggambaran peta melalui proyeksi
Penggambaran peta melalui proyeksi


Di dalam melakukan kegiatan proyeksi peta, ada beberapa hal yang tidak boleh terabaikan, yaitu:
  1. peta harus equivalen, yaitu peta harus sesuai dengan luas sebenarnya di permukaan bumi setelah dikalikan dengan skala.
  2. peta harus equidistan, yaitu peta harus mempunyai jarak-jarak yang sama dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi setelah dikalikan dengan skala.
  3. peta harus konform, yaitu bentuk-bentuk atau sudut-sudut pada peta harus dipertahankan sesuai dengan bentuk sebenarnya di permukaan bumi.

2. Jenis-Jenis Proyeksi Peta
Terdapat beberapa jenis proyeksi yang digunakan untuk menggambar peta, yaitu proyeksi azimutal, kerucut, dan silinder.

a) Proyeksi Azimutal/ Proyeksi Zenital
Proyeksi zenital ini bidang proyeksinya berupa bidang datar. Proyeksi zenital ini sesuai digunakan untuk memetakan daerah kutub, namun akan mengalami penyimpangan yang besar jika digunakan untuk menggambarkan daerah yang berada di sekitar khatulistiwa.

Penggambaran peta melalui proyeksi azimutal
Penggambaran peta melalui proyeksi azimutal.

b) Proyeksi Kerucut
Proyeksi kerucut ini bidang proyeksinya berupa kerucut. Proyeksi seperti ini sesuai digunakan untuk menggambarkan daerah yang berada pada lintang tengah seperti pada negara-negara di Eropa.

Penggambaran peta melalui proyeksi kerucut
Penggambaran peta melalui proyeksi kerucut.


c) Proyeksi Silinder
Proyeksi silinder ini bidang proyeksinya berupa silinder. Proyeksi seperti ini sangat baik untuk memetakan daerah yang berada di daerah khatulistiwa, dan tidak sesuai digunakan untuk memetakan daerah yang berada di sekitar kutub.
Penggambaran peta melalui proyeksi silinder
Penggambaran peta melalui proyeksi silinder.



Garis bujur
Bujur kadangkala dinotasikan oleh abjad Yunani λ, menggambarkan lokasi sebuah tempat di timur atau barat Bumi dari sebuah garis utara-selatan yang disebut Meridian Utama. Longitude diberikan berdasarkan pengukuran sudut yang berkisar dari 0° di Meridian Utama ke +180° arah timur dan −180° arah barat. Tidak seperti lintang yang memiliki ekuator sebagai posisi awal alami, tidak ada posisi awal alami untuk bujur. Oleh karena itu, sebuah dasar meridian harus dipilih. Meskipun kartografer Britania Raya telah lama menggunakan meridian Observatorium Greenwich di London, referensi lainnya digunakan di tempat yang berbeda, termasuk Ferro, Roma, Kopenhagen, Yerusalem, Saint Petersburg, Pisa, Paris, Philadelphia, dan Washington, D.C.. Pada 1884, Konferensi Meridian Internasional mengadopsi meridian Greenwich sebagai Meridian utama universal atau titik nol bujur.
Dalam bahasa Indonesia bujur di sebelah barat Meridian diberi nama Bujur Barat (BB), demikian pula bujur di sebelah timur Meridian diberi nama Bujur Timur (BT). Nama-nama ini tidak dijumpai dalam bahasa Inggris. Bujur Barat dan Bujur TImur merupakan garis khayal yang menghubungkan titik Kutub Utara dengan Kutub Selatan bumi dan menyatakan besarnya sudut antara posisi bujur dengan garis Meridian. Garis Meridian sendiri adalah bujur 0 derajat.
Dalam geografi, garis lintang adalah sebuah garis khayal yang digunakan untuk menentukan lokasi di Bumi terhadap garis khatulistiwa (utara atau selatan). Posisi lintang biasanya dinotasikan dengan simbol huruf Yunani φ. Posisi lintang merupakan penghitungan sudut dari 0° di khatulistiwa sampai ke +90° di kutub utara dan -90° di kutub selatan.

Ko-lintang adalah tambahan dari lintang.
Dalam bahasa Indonesia lintang di sebelah utara khatulistiwa diberi nama Lintang Utara (LU), demikian pula lintang di sebelah selatan khatulistiwa diberi nama Lintang Selatan (LS). Nama-nama ini tidak dijumpai dalam bahasa Inggris. Lintang Utara Lintang Selatan menyatakan besarnya sudut antara posisi lintang dengan garis Khatulistiwa. Garis Khatulistiwa sendiri adalah lintang 0 derajat.
Pembagian
Setiap derajat lintang dibagi menjadi 60 menit (satu menit lintang mendekati satu mil laut atau 1852 meter, yang kemudian dibagi lagi menjadi 60 detik. Untuk keakurasian tinggi detik digunakan dengan pecahan desimal.
Lintang yang penting
Lintang yang cukup penting adalah Garis Balik Utara (23°27′ LU), Garis Balik Selatan (23°27′ LS), Lingkaran Arktik (66°33′ LU), dan Lingkaran Antarktik (66°33′ LS).
Hanya antara kedua Garis Balik matahari dapat berada di zenith. Hanya di utara Lingkaran Arktik atau selatan Lingkaran Antarktik matahari tengah malam dapat terjadi

Sabtu, 25 April 2015



1.      Pengertian Akustik (KELAUTAN)

Secara Bahasa Akustik Kelautan dapat diartikan terpisah sepeti berikut :
·         Akustik: Teori gelombang suara dan perambatannya dalam suatu medium.
·         Akustik kelautan “Marine Acoustics”: Teori gelombang suara dan perambatannya dalam medium air laut.
·         Gelombang suara: Gerupakan gejala yang disebarkan oleh perubahan tekanan partikel-partikel padat, tekanan udara bertambah, partikel-partikel jarang, tekanan berkurang. Perubahan tekanan dalam perambatan suara secara periodik yang menghasilkan siklus dalam satuan waktu tertentu dikenal dengan Frekuensi suara (f) dalam Hertz, Hz.

    Jadi, Akustik kelautan merupakan salah satu bidang studi kelautan yang mendeteksi target di kolom perairan dan dasar perairan dengan menggunakan suara sebagai medianya. Studi tentang akustik berkisar pada propagasi, generasi dan penerimaan gelombang mekanik dan getaran. Tahap tengah dalam proses adalah propagasi gelombang akustik. Ini jatuh dalam domain akustik fisik. Dalam cairan, suara merambat terutama sebagai gelombang tekanan. Dalam padatan, gelombang mekanik dapat mengambil berbagai bentuk, termasuk gelombang longitudinal, gelombang transversal dan gelombang permukaan. Akustik terlihat pertama pada tingkat tekanan dan frekuensi dalam gelombang suara. Proses Transduksi juga penting khusus.
Metode yang digunakan dalam akustik secara umum akan terbagi menjadi 2 macam, yaitu :
a.      Akustik pasif dapat dilakukan dengan mendengarkan gelombang suara yang datang dari berbagai objek pada kolom perairan. manfaat dari akustik Akustik pasif dapat digunakan untuk mendengarkan ledakan bawah air, gempa bumi, letusan gunung api, suara yang dihasilkan oleh ikan dan hewan lainnya, aktivitas kapal-kapal laut, ataupun sebagai peralatan untuk mendeteksi kondisi di bawah air.
b.     Akustik aktif memakai prinsip SONAR yaitu mengukur jarak dan arah dari objek yang dideteksi dan ukuran relatifnya dengan menghasilkan gelombang suara serta mengukur waktu tempuh dari gelombang tersebut.

2.    Manfaat dari akustik

a.    Dapat mengetahui daerah diduga mempunyai kelimpahan/kepadatan ikan yang tinggi.
b.    Memberikan Informasi kepada Nelayan setempat sekaligus mengevaluasi kinerja unit
       penangkapan yang digunakan sehingga dapat dihasilkan hasil tangkapan yang optimum.
c.    Memberikan informasi kepada pelayaran agar terhindar dari bahaya-bahaya kapal kandas
       dikarenakan dangkalnya suatu perairan.
d.    Dapat mempermudah unit penelitian laut beserta sumberdaya laut tersebut.
 
jajaran kelautan '13 unib Blogger Template by Ipietoon Blogger Template