Nama: Abdullah Mutahir Zahari
NPM : E1I013020
#IlmuKelautan #UniversitasBengkulu
Proyeksi Peta, Garis Bujur, Garis Lintang
Proyeksi peta
Untuk
menggambarkan seluruh ketampakan permukaan bumi tanpa penyimpangan (distorsi),
maka peta harus digambar dalam bentuk bola yang disebut dengan globe. Peta yang
digambar pada bidang datar tidak dapat secara akurat menggambarkan seluruh
permukaan bumi, kecuali hanya untuk menggambarkan daerah dalam areal yang lebih
sempit. Oleh karenanya untuk menggambar sebagian besar permukaan bumi tanpa
penyimpangan, maka dilakukan kegiatan proyeksi. Apa itu proyeksi? Bacalah
uraian singkat di bawah ini.
1. Pengertian proyeksi peta
Proyeksi
adalah cara penggambaran garis-garis meridian dan paralel dari globe ke dalam
bidang datar. Contoh sederhana pembuatan peta dengan menggunakan proyeksi
adalah seperti pada waktu kita mengelupas buah jeruk, kemudian kulit jeruk
tersebut kita lembarkan. Perhatikan gambar di bawah ini!
Di
dalam melakukan kegiatan proyeksi peta, ada beberapa hal yang tidak boleh
terabaikan, yaitu:
- peta harus equivalen, yaitu peta harus sesuai dengan luas sebenarnya di permukaan bumi setelah dikalikan dengan skala.
- peta harus equidistan, yaitu peta harus mempunyai jarak-jarak yang sama dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi setelah dikalikan dengan skala.
- peta harus konform, yaitu bentuk-bentuk atau sudut-sudut pada peta harus dipertahankan sesuai dengan bentuk sebenarnya di permukaan bumi.
2. Jenis-Jenis Proyeksi Peta
Terdapat
beberapa jenis proyeksi yang digunakan untuk menggambar peta, yaitu proyeksi
azimutal, kerucut, dan silinder.
a)
Proyeksi Azimutal/ Proyeksi Zenital
Proyeksi
zenital ini bidang proyeksinya berupa bidang datar. Proyeksi zenital ini sesuai
digunakan untuk memetakan daerah kutub, namun akan mengalami penyimpangan yang
besar jika digunakan untuk menggambarkan daerah yang berada di sekitar
khatulistiwa.
b)
Proyeksi Kerucut
Proyeksi
kerucut ini bidang proyeksinya berupa kerucut. Proyeksi seperti ini sesuai
digunakan untuk menggambarkan daerah yang berada pada lintang tengah seperti
pada negara-negara di Eropa.
c)
Proyeksi Silinder
Proyeksi
silinder ini bidang proyeksinya berupa silinder. Proyeksi seperti ini sangat
baik untuk memetakan daerah yang berada di daerah khatulistiwa, dan tidak
sesuai digunakan untuk memetakan daerah yang berada di sekitar kutub.
Garis bujur
Bujur kadangkala dinotasikan
oleh abjad Yunani λ,
menggambarkan lokasi sebuah tempat di timur atau barat Bumi dari sebuah garis utara-selatan yang
disebut Meridian
Utama. Longitude diberikan berdasarkan pengukuran sudut yang berkisar dari 0° di
Meridian Utama ke +180° arah timur dan −180° arah barat. Tidak seperti lintang yang memiliki ekuator sebagai posisi awal
alami, tidak ada posisi awal alami untuk bujur. Oleh karena itu, sebuah dasar meridian harus dipilih.
Meskipun kartografer Britania Raya telah lama
menggunakan meridian Observatorium
Greenwich di London,
referensi lainnya digunakan di tempat yang berbeda, termasuk Ferro, Roma, Kopenhagen, Yerusalem, Saint Petersburg, Pisa, Paris, Philadelphia, dan Washington, D.C.. Pada 1884, Konferensi Meridian Internasional
mengadopsi meridian Greenwich sebagai Meridian utama universal atau titik
nol bujur.
Dalam bahasa Indonesia bujur di
sebelah barat Meridian diberi nama Bujur
Barat (BB), demikian pula bujur di sebelah timur Meridian diberi
nama Bujur Timur (BT). Nama-nama ini tidak dijumpai dalam bahasa
Inggris. Bujur Barat dan Bujur TImur merupakan garis khayal yang menghubungkan
titik Kutub Utara dengan Kutub Selatan bumi dan
menyatakan besarnya sudut antara posisi bujur dengan garis Meridian. Garis
Meridian sendiri adalah bujur 0 derajat.
Dalam geografi, garis lintang
adalah sebuah garis khayal yang digunakan untuk menentukan lokasi di Bumi terhadap garis khatulistiwa (utara atau selatan). Posisi lintang
biasanya dinotasikan dengan simbol huruf Yunani φ. Posisi lintang merupakan
penghitungan sudut dari 0°
di khatulistiwa sampai ke +90° di kutub utara dan -90° di kutub selatan.
Ko-lintang adalah tambahan dari lintang.
Dalam bahasa Indonesia lintang di
sebelah utara khatulistiwa
diberi nama Lintang Utara (LU), demikian pula lintang di sebelah
selatan khatulistiwa diberi nama Lintang Selatan (LS). Nama-nama
ini tidak dijumpai dalam bahasa
Inggris. Lintang Utara Lintang Selatan menyatakan besarnya sudut antara posisi lintang dengan garis
Khatulistiwa. Garis Khatulistiwa sendiri adalah lintang 0 derajat.
Pembagian
Setiap derajat lintang dibagi menjadi 60 menit (satu menit lintang mendekati satu mil laut atau 1852 meter, yang kemudian dibagi lagi menjadi 60
detik. Untuk keakurasian tinggi detik digunakan dengan pecahan desimal.
Lintang yang penting
Lintang yang cukup penting adalah Garis Balik Utara (23°27′
LU), Garis
Balik Selatan (23°27′ LS), Lingkaran Arktik (66°33′ LU), dan Lingkaran Antarktik (66°33′ LS).
Hanya antara kedua Garis Balik matahari dapat berada di zenith. Hanya di utara
Lingkaran Arktik atau selatan Lingkaran Antarktik matahari
tengah malam dapat terjadi
0 komentar:
Posting Komentar