Nama: Abdullah Mutahir Zahari
NPM: E1I013020
#Ilmukelautan #Universitasbengkulu
QUIS 4
Pertanyaan:
1. buatlah dan jelaskan matriks kesesuaian untuk budidaya perikanan atau ekowisata!
2. Apa yang dimaksud dengan daya dukung?
Jawaban:
1. Penentuan kesesuaian lokasi budidaya rumput laut di perairan teluk gerupuk-Nusa Tenggara Barat menggunakan penginderaan jauh dan SIG.
Penentuan lokasi budidaya rumput laut tidak jarang mengalami kendala yang membutuhkan banyak biaya, waktu, serta tenaga.
Teknologi berupa penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) menjadi solusi yang baik dalam penentuan lokasi yang sesuai untuk pengembangan budidaya rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lokasi budidaya rumput laut perairan Teluk Gerupuk, Nusa Tenggara Barat. Penentuan kesesuaian lokasi budidaya rumput laut menggunakan citra satelit Landsat 8 dengan parameter suhu permukaan laut (SPL), muatan padatan tersuspensi (MPT), dan keterlindungan.
Parameter tersebut diolah menggunakan software Er Mapper 7.0 kemudian dilakukan pengolahan SIG menggunakan software Arcview GIS 3.2 sehingga dihasilkan peta tematik. Peta tematik tersebut ditumpang susun sehingga dihasilkan peta kesesuaian lokasi budidaya rumput laut. Hasil dari penelitian ini menghasilkan lokasi yang sesuai untuk budidaya rumput laut di Teluk Gerupuk adalah 342,44 ha (25,22%), luas lokasi cukup sesuai adalah 190,78 ha (14,05%), dan luas lokasi tidak sesuai adalah 669,32 ha (49,3%).
Teknologi berupa penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) menjadi solusi yang baik dalam penentuan lokasi yang sesuai untuk pengembangan budidaya rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lokasi budidaya rumput laut perairan Teluk Gerupuk, Nusa Tenggara Barat. Penentuan kesesuaian lokasi budidaya rumput laut menggunakan citra satelit Landsat 8 dengan parameter suhu permukaan laut (SPL), muatan padatan tersuspensi (MPT), dan keterlindungan.
Parameter tersebut diolah menggunakan software Er Mapper 7.0 kemudian dilakukan pengolahan SIG menggunakan software Arcview GIS 3.2 sehingga dihasilkan peta tematik. Peta tematik tersebut ditumpang susun sehingga dihasilkan peta kesesuaian lokasi budidaya rumput laut. Hasil dari penelitian ini menghasilkan lokasi yang sesuai untuk budidaya rumput laut di Teluk Gerupuk adalah 342,44 ha (25,22%), luas lokasi cukup sesuai adalah 190,78 ha (14,05%), dan luas lokasi tidak sesuai adalah 669,32 ha (49,3%).
Sebaran suhu
Sebaran suhu di perairan Teluk Gerupuk, NTB terdapat empat kelas berdasarkan Sulma et al., (2005) yaitu 28–28,5 oC, 28,5–29 oC, 29–29,5 oC, dan 29,5–30 oC dengan luas berturut-turut sebesar 2,19 ha (0,16%), 39,85 ha (2,93%), 1146 ha (84,41%), dan 14,50 ha (1,07%).
Kesesuaian suhu
Suhu yang diperoleh dari hasil citra satelit memiliki kisaran 28–30 oC. Berdasarkan hasil yang terdapat pada Gambar 5, suhu yang diperoleh termasuk kedalam kategori sesuai dengan luas perairan yang sesuai adalah 1.202,54 ha (88,57%).
Sebaran muatan padatan tersuspensi
Nilai sebaran muatan padatan tersuspensi dibagi menjadi 17 kelas berdasarkan sulma et al., (2005)dengan nilai terendah adalah 0 mg/l dan nilai tertinggi adalah 200 mg/l. luas wilayah yang memiliki daerah terluas adalah dengan kisaran muatan padatan tersuspensi 5-10 mg/l yaitu 305,49 ha dan yang tersempit adalah 100-150 yaitu 10,53 ha.
Kesesuaian muatan padatan tersuspensi
Berdasarkan Gambar 7, kagetori sesuai memiliki luas perairan sebesar 697,51 ha (51,37%), sedangkan untuk kategori cukup sesuai adalah 392,92 ha (28,94%), dan yang tidak sesuai adalah 112,11 ha (8,26%).
Keterlindungan
Keterlindungan wilayah perairan Teluk Gerupuk seperti yang terdapat pada Gambar 8 dibagi menjadi tiga kategori yaitu terlindung, cukup terlindung, dan tidak terlindung. Wilayah terlindung memiliki luas perairan sebesar 788,21 ha (58,05%), cukup terlindung 56,18 ha (4,14%), dan tidak terlindung 358,15 ha (26,38%).
Kesesuian lokasi budidaya rumput laut
Kesesuaian lokasi budidaya rumput laut dibagi menjadi tiga kelas seperti yang terdapat pada Gambar 9, yaitu sesuai, cukup sesuai, dan tidak sesuai.
Luas perairan untuk wilayah yang sesuai
adalah 413,32 ha (30,44%), cukup sesuai adalah 325,99 ha (24,01%), dan yang tidak sesuai adalah 463,23 ha (34,12%).
Sebaran arus
Nilai arus yang diperoleh merupakan nilai hasil survei lapang. Nilai tersebut diambil pada27 titik pengambilan sampel di perairan TelukGerupuk.Nilai yang diperoleh memiliki kisaran
0,01 m/s sampai 0,40 m/s seperti yang terdapat pada Gambar 10.
Kesesuaian Arus
Nilai arus yang diperoleh dari hasil survei lapang yang termasuk ke dalam kategori sesuai.
2. DAYA DUKUNG
daya dukung merupakan kemampuan atau kapasitas maksimum lingkungan yang dapat diberikan atau diakomodir dalam menunjang kehidupan makhluk hidup didalamnya secara optimum dan terus menerus tanpa menimbulkan penurunan nilai-nilai yang ada.
Faktor-faktor yang dapat menentukan daya dukung dalam mondisi baik atau tidak antara lain, adalah ketersediaan bahan baku dan energi, akumulasi limbah dari aktivitas produksi (termasuk manajemen limbahnya) dan tentu interaksi anata makhluk hidup yang ada di dalam lingkungan. dengan kata lain daya dukung harus mampu mencakup daya dukung lingkungan fisik, biologi dan persepsi atau psikologis.
Dalam upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup (pengelolaan) akan selalu ada kegiatan-kegiatan seperti kegiatan pemanfaatan (termasuk penataan dan pemeliharaan), pengendalian, pemulihan dan juga penambangan kawasan lingkungan. pembangunan berkelanjutan adalah upaya pelestarian yang paling baik, karena dalamprosesnya akan selalu memperhatikan daya dukung lingkungan sehingga dapat dijadikan modal pembangunan untuk generasi-generasi selanjutnya.
untuk itu, sebelum melakukan pengelolaan hendaknya ditentukan terlebih dahulu nilai dari daya dukung lingkungan yang menjadi targetnya. dalam penentuan daya dukung suatu kawasan perlu diperhatikan setidaknya tiga aspek utama, yaitu: ekologi, ekonomi, dan sosial. hal ini penting mengingat bahwa interaksi antara kegiatan pengelolaan dengan ekosistem dari kawasan tersebut akan tergambarkan dengan sangat kompleks, sehingga memerlukan pendekatan yang multidimensi.