Minggu, 27 Desember 2015

Nama: Abdullah Mutahir Zahari
NPM: E1I013020

#Ilmukelautan #Universitasbengkulu
QUIS 4
Pertanyaan:
1. buatlah dan jelaskan matriks kesesuaian untuk budidaya perikanan atau ekowisata!
2. Apa yang dimaksud dengan daya dukung?

Jawaban:

1. Penentuan kesesuaian lokasi budidaya rumput laut di perairan teluk gerupuk-Nusa Tenggara Barat menggunakan penginderaan jauh dan SIG.

Penentuan lokasi budidayrumput laut tidak jarang mengalami kendala yang membutuhkan banyak biaya, waktu, serta tenaga. 
Teknologi berupa penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) menjadi solusi yang baik dalam penentuan lokasi yang sesuai untuk pengembangan budidayrumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lokasi budidayrumput laut perairan Teluk Gerupuk, Nusa Tenggara Barat. Penentuan kesesuaian lokasi budidaya rumput laut menggunakan citra satelit Landsat 8 dengan parameter suhu permukaan laut (SPL), muatan padatan tersuspensi (MPT), dan keterlindungan. 
Parameter tersebut diolah menggunakan software Er Mapper 7.0 kemudian dilakukan pengolahan SIG menggunakan software Arcview GIS 3.2 sehingga dihasilkan peta tematik. Peta tematik tersebut ditumpang susun sehingga dihasilkan peta kesesuaian lokasi budidaya rumput laut. Hasil dari penelitian  ini menghasilkan lokasi yang sesuai untuk budidaya rumput laut di Teluk Gerupuk adalah 342,44 ha (25,22%), luas lokasi cukup sesuai adalah 190,78 ha (14,05%), dan luas lokasi tidak sesuai adalah 669,32 ha (49,3%).



Sebaran suhu
Sebaran  suhu  di  perairan  Teluk  Gerupuk, NTB terdapat empat kelas berdasarkan Sulma et al., (2005) yaitu 28–28,5 oC, 28,5–29 oC, 29–29,5 oC, dan 29,5–30 oC dengan luas berturut-turut sebesar 2,19 ha (0,16%), 39,85 ha (2,93%), 1146 ha (84,41%), dan 14,50 ha (1,07%).

Kesesuaian suhu
Suhu yang diperoleh dari hasil citra satelit memiliki kisaran 28–30 oC. Berdasarkan hasil yang terdapat pada Gambar 5, suhu yang diperoleh termasuk kedalam kategori sesuai dengan luas perairan yang sesuai adalah 1.202,54 ha (88,57%).

Sebaran muatan padatan tersuspensi
Nilai sebaran muatan padatan tersuspensi dibagi  menjadi 17 kelas berdasarkan sulma et al., (2005)dengan nilai terendah adalah 0 mg/l dan nilai tertinggi adalah 200 mg/l. luas wilayah yang memiliki daerah terluas adalah dengan kisaran muatan padatan tersuspensi 5-10 mg/l yaitu 305,49 ha dan yang tersempit adalah 100-150 yaitu 10,53 ha.

Kesesuaian muatan padatan tersuspensi
Berdasarkan Gambar 7, kagetori sesuai memiliki luas perairan sebesar 697,51 ha (51,37%), sedangkan untuk kategori cukup sesuai adalah 392,92 ha (28,94%), dan yang tidak sesuai adalah 112,11 ha (8,26%).

Keterlindungan
Keterlindungan wilayah perairan Teluk Gerupuk seperti yang terdapat pada Gambar 8 dibagi menjadi tiga kategoryaitu terlindung, cukup terlindung, dan tidak terlindung. Wilayah terlindung memiliki luas perairan sebesar 788,21 ha (58,05%), cukup terlindung 56,18 ha (4,14%), dan tidak terlindung 358,15 ha (26,38%).

Kesesuian lokasi budidaya rumput laut
Kesesuaian lokasi budidaya rumput laut dibagi menjadi tigkelas seperti yang terdapat pada Gambar 9, yaitu sesuai, cukup sesuai, dan tidak sesuai.
Luas perairan untuk wilayah yang sesuai
adalah 413,32 ha (30,44%), cukup sesuai adalah 325,99 ha (24,01%), dan yang tidak sesuai adalah 463,23 ha (34,12%).

Sebaran arus
Nilai arus yang diperoleh merupakan nilai hasil survei lapang. Nilai tersebut diambil pada27 titik pengambilan sampel di perairan TelukGerupuk.Nilai yang diperoleh memiliki kisaran
0,01 m/s sampai 0,40 m/s seperti yang terdapat pada Gambar 10.

Kesesuaian Arus
Nilai arus yang diperoleh dari hasil survei lapang yang termasuk ke dalam kategori sesuai.

2. DAYA DUKUNG
daya dukung merupakan kemampuan atau kapasitas maksimum lingkungan yang dapat diberikan atau diakomodir dalam menunjang kehidupan makhluk hidup didalamnya secara optimum dan terus menerus tanpa menimbulkan penurunan nilai-nilai yang ada.
Faktor-faktor yang dapat menentukan daya dukung dalam mondisi baik atau tidak antara lain, adalah ketersediaan bahan baku dan energi, akumulasi limbah dari aktivitas produksi (termasuk manajemen limbahnya) dan tentu interaksi anata makhluk hidup yang ada di dalam lingkungan. dengan kata lain daya dukung harus mampu mencakup daya dukung lingkungan fisik, biologi dan persepsi atau psikologis.
Dalam upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup (pengelolaan) akan selalu ada kegiatan-kegiatan  seperti kegiatan pemanfaatan (termasuk penataan dan pemeliharaan), pengendalian, pemulihan dan juga penambangan kawasan lingkungan. pembangunan berkelanjutan adalah upaya pelestarian yang paling baik, karena dalamprosesnya akan selalu memperhatikan daya dukung lingkungan sehingga dapat dijadikan modal pembangunan  untuk generasi-generasi selanjutnya.
untuk itu, sebelum melakukan pengelolaan hendaknya ditentukan terlebih dahulu nilai dari daya dukung lingkungan yang menjadi targetnya. dalam penentuan daya dukung suatu kawasan perlu diperhatikan setidaknya tiga aspek utama, yaitu: ekologi, ekonomi, dan sosial. hal ini penting mengingat bahwa interaksi antara kegiatan pengelolaan dengan ekosistem dari kawasan tersebut akan tergambarkan dengan sangat kompleks, sehingga memerlukan pendekatan yang multidimensi.

Kamis, 26 November 2015

ABDULLAH MUTAHIR ZAHARI
E1I013020

RENCANA STRATEGI WILAYAH PESISIR LAUT TERPADU


1. rencana strategi untuk pembangunan wilayah pesisir pantai panjang kota bengkulu?


        wilayah pesisir merupakan pertemuan antara darat dan laut; yang mana ke arah darat meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air, yang masih dipengaruhi sifat-sifat laut seperti pasang surut, angin laut, dan perembesan air asin; sedangkan ke arah laut meliputi bagian laut yang masih dipengaruhi oleh proses-proses alami yang terjadi di darat seperti sedimentasi dan aliran air tawar, maupun yang disebabkan oleh kegiatan manusia di darat seperti penggundulan hutan dan pencemaran.
       Kota Bengkulu merupakan salah satu wilayah administrasi yang mempunyai wilayah kecamatan pesisir yang cukup luas. Sumber daya wilayah pesisir di daerah ini pada umumnya belum dikelolala dan dimanfaatkan secara optimal dan bahkan belum dilakukan inventarisasi secara sistematik dan berkelanjutan. Bahkan pemanfaatan lahan wilayah pesisir cenderung lebih berorientasi ke asas ekonominya dan kurang mempertimbangkan asas kelestarian dan daya dukung lahan (kesesuaian lahan).
  • lokasi konservasi; yang akan membuat salah satu ketertarikan manusia untuk berkunjung dan melundungi pantai
  • wisata pantai; yang akan memaparkan seni dan budaya bengkulu
  • penataan lokasi; yang sesuai dengan lokasi
  • penanaman dan penataan pohon cemara laut yang sesuai
  • taman kanak-kanak
  • penanaman pohon-pohon  
  • lokasi TPI
  • lokasi pasar ikan
  • penataan gedung-gedung yang strategis
  • penataan lokasi pemungkiman
  • penataan lokasi limbah, agar tidak langsung masuk ke laut 
  • dll

Kamis, 19 November 2015

Rabu, 04 November 2015





 Nama: Abdullah Mutahir Zahari

NPM : E1I013020

#IlmuKelautan #UniversitasBengkulu

Proyeksi Peta, Garis Bujur, Garis Lintang


Proyeksi peta
Untuk menggambarkan seluruh ketampakan permukaan bumi tanpa penyimpangan (distorsi), maka peta harus digambar dalam bentuk bola yang disebut dengan globe. Peta yang digambar pada bidang datar tidak dapat secara akurat menggambarkan seluruh permukaan bumi, kecuali hanya untuk menggambarkan daerah dalam areal yang lebih sempit. Oleh karenanya untuk menggambar sebagian besar permukaan bumi tanpa penyimpangan, maka dilakukan kegiatan proyeksi. Apa itu proyeksi? Bacalah uraian singkat di bawah ini.

1. Pengertian proyeksi peta
Proyeksi adalah cara penggambaran garis-garis meridian dan paralel dari globe ke dalam bidang datar. Contoh sederhana pembuatan peta dengan menggunakan proyeksi adalah seperti pada waktu kita mengelupas buah jeruk, kemudian kulit jeruk tersebut kita lembarkan. Perhatikan gambar di bawah ini!

Penggambaran peta melalui proyeksi
Penggambaran peta melalui proyeksi


Di dalam melakukan kegiatan proyeksi peta, ada beberapa hal yang tidak boleh terabaikan, yaitu:
  1. peta harus equivalen, yaitu peta harus sesuai dengan luas sebenarnya di permukaan bumi setelah dikalikan dengan skala.
  2. peta harus equidistan, yaitu peta harus mempunyai jarak-jarak yang sama dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi setelah dikalikan dengan skala.
  3. peta harus konform, yaitu bentuk-bentuk atau sudut-sudut pada peta harus dipertahankan sesuai dengan bentuk sebenarnya di permukaan bumi.

2. Jenis-Jenis Proyeksi Peta
Terdapat beberapa jenis proyeksi yang digunakan untuk menggambar peta, yaitu proyeksi azimutal, kerucut, dan silinder.

a) Proyeksi Azimutal/ Proyeksi Zenital
Proyeksi zenital ini bidang proyeksinya berupa bidang datar. Proyeksi zenital ini sesuai digunakan untuk memetakan daerah kutub, namun akan mengalami penyimpangan yang besar jika digunakan untuk menggambarkan daerah yang berada di sekitar khatulistiwa.

Penggambaran peta melalui proyeksi azimutal
Penggambaran peta melalui proyeksi azimutal.

b) Proyeksi Kerucut
Proyeksi kerucut ini bidang proyeksinya berupa kerucut. Proyeksi seperti ini sesuai digunakan untuk menggambarkan daerah yang berada pada lintang tengah seperti pada negara-negara di Eropa.

Penggambaran peta melalui proyeksi kerucut
Penggambaran peta melalui proyeksi kerucut.


c) Proyeksi Silinder
Proyeksi silinder ini bidang proyeksinya berupa silinder. Proyeksi seperti ini sangat baik untuk memetakan daerah yang berada di daerah khatulistiwa, dan tidak sesuai digunakan untuk memetakan daerah yang berada di sekitar kutub.
Penggambaran peta melalui proyeksi silinder
Penggambaran peta melalui proyeksi silinder.



Garis bujur
Bujur kadangkala dinotasikan oleh abjad Yunani λ, menggambarkan lokasi sebuah tempat di timur atau barat Bumi dari sebuah garis utara-selatan yang disebut Meridian Utama. Longitude diberikan berdasarkan pengukuran sudut yang berkisar dari 0° di Meridian Utama ke +180° arah timur dan −180° arah barat. Tidak seperti lintang yang memiliki ekuator sebagai posisi awal alami, tidak ada posisi awal alami untuk bujur. Oleh karena itu, sebuah dasar meridian harus dipilih. Meskipun kartografer Britania Raya telah lama menggunakan meridian Observatorium Greenwich di London, referensi lainnya digunakan di tempat yang berbeda, termasuk Ferro, Roma, Kopenhagen, Yerusalem, Saint Petersburg, Pisa, Paris, Philadelphia, dan Washington, D.C.. Pada 1884, Konferensi Meridian Internasional mengadopsi meridian Greenwich sebagai Meridian utama universal atau titik nol bujur.
Dalam bahasa Indonesia bujur di sebelah barat Meridian diberi nama Bujur Barat (BB), demikian pula bujur di sebelah timur Meridian diberi nama Bujur Timur (BT). Nama-nama ini tidak dijumpai dalam bahasa Inggris. Bujur Barat dan Bujur TImur merupakan garis khayal yang menghubungkan titik Kutub Utara dengan Kutub Selatan bumi dan menyatakan besarnya sudut antara posisi bujur dengan garis Meridian. Garis Meridian sendiri adalah bujur 0 derajat.
Dalam geografi, garis lintang adalah sebuah garis khayal yang digunakan untuk menentukan lokasi di Bumi terhadap garis khatulistiwa (utara atau selatan). Posisi lintang biasanya dinotasikan dengan simbol huruf Yunani φ. Posisi lintang merupakan penghitungan sudut dari 0° di khatulistiwa sampai ke +90° di kutub utara dan -90° di kutub selatan.

Ko-lintang adalah tambahan dari lintang.
Dalam bahasa Indonesia lintang di sebelah utara khatulistiwa diberi nama Lintang Utara (LU), demikian pula lintang di sebelah selatan khatulistiwa diberi nama Lintang Selatan (LS). Nama-nama ini tidak dijumpai dalam bahasa Inggris. Lintang Utara Lintang Selatan menyatakan besarnya sudut antara posisi lintang dengan garis Khatulistiwa. Garis Khatulistiwa sendiri adalah lintang 0 derajat.
Pembagian
Setiap derajat lintang dibagi menjadi 60 menit (satu menit lintang mendekati satu mil laut atau 1852 meter, yang kemudian dibagi lagi menjadi 60 detik. Untuk keakurasian tinggi detik digunakan dengan pecahan desimal.
Lintang yang penting
Lintang yang cukup penting adalah Garis Balik Utara (23°27′ LU), Garis Balik Selatan (23°27′ LS), Lingkaran Arktik (66°33′ LU), dan Lingkaran Antarktik (66°33′ LS).
Hanya antara kedua Garis Balik matahari dapat berada di zenith. Hanya di utara Lingkaran Arktik atau selatan Lingkaran Antarktik matahari tengah malam dapat terjadi

 
jajaran kelautan '13 unib Blogger Template by Ipietoon Blogger Template